Loading...
Image

Gubernur NTT: ASN Harus Disiplin, Berintegritas, dan Fokus pada Dampak Nyata

Sobatpora, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Apel Kekuatan ASN, Senin 9 Februari 2026 menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak hanya dituntut hadir secara fisik, tetapi juga hadir secara moral, etika, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Gubernur menekankan bahwa setiap ASN wajib menjaga nama baik institusi dan daerah, baik di dalam maupun di luar wilayah NTT. Ia menjadikan kasus yang terjadi di Bali sebagai pelajaran penting bahwa perilaku ASN di mana pun berada tetap mencerminkan wajah Pemerintah Provinsi NTT. Karena itu, tidak ada toleransi terhadap tindakan yang mencoreng martabat ASN dan penegakan disiplin harus dilakukan secara tegas dan adil tanpa pandang bulu. Dalam arahannya, Gubernur juga menyoroti persoalan kemiskinan, termasuk yang terjadi di Kabupaten Ngada. Ia menegaskan bahwa kemiskinan bukan sekadar angka statistik, melainkan realitas sosial yang membutuhkan kehadiran nyata pemerintah. ASN diminta tidak bekerja secara administratif semata. Program penanggulangan kemiskinan harus tepat sasaran, berbasis data, serta berdampak langsung bagi masyarakat. Diperlukan kepekaan sosial dan kerja lintas sektor agar kebijakan tidak berhenti di atas kertas. Proses administratif yang menyulitkan masyarakat miskin juga harus dievaluasi dan dicarikan alternatif yang lebih sederhana. Gubernur meminta dinas terkait menyampaikan laporan rutin setiap bulan mengenai perkembangan masyarakat penerima bantuan, termasuk data warga yang sudah tidak lagi memerlukan bantuan, guna memastikan distribusi bantuan merata dan sesuai sasaran. Ia menegaskan bahwa penanggulangan kemiskinan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya satu OPD atau satu level pemerintahan. Mengutip pesan Presiden RI dalam Rapat Koordinasi Nasional, Gubernur menekankan bahwa ASN harus bekerja cepat, disiplin, dan fokus pada hasil nyata yang dirasakan masyarakat. Tidak ada lagi ruang untuk kerja lambat dan berbelit-belit, program yang tidak berdampak, serta ego sektoral antarinstansi. Seluruh program daerah harus selaras dengan agenda nasional dan menghadirkan pelayanan publik yang sederhana serta efektif. Sebagai contoh konkret pentingnya kerja sama dan disiplin, Gubernur menyinggung kegiatan KONI yang baru dilaksanakan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan membangun prestasi daerah membutuhkan sinergi, kekompakan, serta komitmen bersama. Olahraga, menurutnya, bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga tentang pembentukan karakter, sportivitas, dan kebanggaan daerah. NTT juga harus mempersiapkan diri menjadi tuan rumah PON XXII dengan mengusung lima sukses, yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses administrasi, sukses ekonomi, dan sukses pariwisata. Untuk itu, ASN diharapkan mendukung penuh kegiatan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia NTT yang sehat, berkarakter, dan berprestasi. Di akhir arahannya, Gubernur mengajak seluruh ASN untuk menjaga disiplin pribadi dan institusi, bekerja dengan integritas dan empati, menjadi teladan bagi masyarakat, serta mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi dan kelompok. (Oks) #ASNPemprovNTT #AyoBangunNTT

Lihat Berita Lain