Wagub Johni Asadoma Tegaskan Disiplin ASN Pemprov NTT dan Kesiapsiagaan Hadapi Dampak Konflik Global
Sobatpora, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, memimpin apel pagi Pemerintah Provinsi NTT pada Senin (2/3/2026). Apel diawali dengan pengecekan kekuatan ASN per perangkat daerah yang dilaporkan langsung oleh masing-masing pimpinan OPD. Dalam arahannya, Wagub Johni menekankan pentingnya disiplin dan mentalitas kerja yang baik sebagai fondasi utama pelayanan publik. Ia mengingatkan seluruh ASN untuk senantiasa bersyukur atas pekerjaan yang dimiliki dan menunjukkan tanggung jawab dalam setiap tugas. “Lebih sulit mencari pekerjaan daripada menjalani disiplin kerja. Jika saya harus menegur, itu agar saudara-saudara sadar, terutama yang masih bermalas-malasan atau setelah absen langsung pulang. Itu bukan bentuk rasa syukur atas berkat yang Tuhan berikan,” tegasnya. Selain soal disiplin, Wakil Gubernur juga menyoroti situasi global yang tengah bergejolak akibat konflik antara Israel dan Iran yang turut melibatkan Amerika Serikat. Konflik tersebut berpotensi mengganggu jalur distribusi minyak dunia dan dapat berdampak pada pasokan BBM maupun bahan pangan. Ia mengajak seluruh ASN untuk mendoakan agar konflik segera berakhir secara damai serta meminta pimpinan OPD terus memantau perkembangan global. “Lakukan analisis dan siapkan langkah-langkah mitigasi untuk mengantisipasi risiko krisis yang mungkin terjadi,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Wagub Johni juga menyampaikan hasil rapat koordinasi bersama KONI Pusat terkait persiapan Pekan Olahraga Nasional XXII tahun 2028. Telah diputuskan pembagian 62 cabang olahraga antara NTT, NTB, dan DKI Jakarta. Ia menegaskan bahwa ASN Pemprov NTT harus siap dan turut aktif membantu seluruh tahapan persiapan sebagai wujud profesionalitas dan kedisiplinan ASN. Memasuki bulan Maret, Gubernur mengingatkan seluruh pimpinan OPD dan ASN untuk segera menuntaskan berbagai kewajiban administrasi, termasuk penyelesaian laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) dan dokumen lainnya sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Terkait isu pengurangan sekitar 9.000 PPPK yang menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, Wakil Gubernur meminta agar hal tersebut tidak mengganggu kinerja ASN. Ia menekankan pentingnya bekerja dengan sebaik-baiknya serta menunjukkan dedikasi dan kompetensi agar pimpinan OPD dapat melakukan evaluasi secara objektif. Ia memastikan bahwa kebijakan tersebut masih dalam tahap pengaturan dan pencarian solusi agar tidak merugikan pihak manapun. “Memang ini persoalan yang tidak mudah, tetapi jika kita mau berusaha, berpikir, peduli, dan memberi perhatian bersama, saya yakin akan ada jalan terbaik yang dapat mengakomodasi semua pihak,” pungkasnya. (Oks).